Menabrak
Ini tentang betapa menyenangkannya belajar sesuatu yang baru....
3 bulan yang lalu..
"Pokoknya mbak berdua kudu belajar nyetir mobil!" Sebuah ultimatum dari satu - satunya adek besar di keluarga kami sekaligus 'sopir' pribadi. 😜.
Dan dari jarak berkilo - kilo meter, dia selalu menanyakan apakah aku dan mbak sudah belajar nyetir. Ketika kami berdua sudah mulai kursus nyetir mobil, dia pun akan memantau sudah seberapa berani kami nyetir di jalan raya.
(Dalam situasi dan kondisi tertentu, adek besar ini bisa lebih galak dari 2 orang mbaknya. 😂 ).
Sebuah tantangan diajukannya.. ketika dia pulang ke rumah, maka kami harus menjemputnya. Hal yang dulu biasanya dia lakukan ketika kami pulang dari bepergian.Maka, bersungguh - sungguhlah kami belajar nyetir di sebuah tempat kursus yang punya tag line.. "nyetir itu mudah". (Dan ternyata memang benar!!!)
Sebulan belajar, hingga akhirnya masa kursus pun berakhir. Tibalah saatnya uji nyali mengendarai kendaraan sendiri tanpa dibantu instruktur. Dan itu yang kami lakukan.
Hampir setiap pagi, sehabis subuh, aku dan mbak belajar menjalankan mobil di jalan - jalan yang masih sepi di kota kami. Dengan mobil yang dipasang tulisan 'belajar' kami berkeliling. Mati mesin tiba - tiba saat di lampu merah, diklakson orang dibelakang atau di pelototin orang saat di jalan, itu sih biasa banget. Dan kami nyantai aja kalllee.. 😝 .
Hingga ini adalah puncak dari proses belajar kami...
Saat aku akan memarkirkan mobil di halaman rumah. Mbak berada disisi kiri mobil, memberi aba - aba dengan yakinnya sampai..braak. Pintu kanan mobil nabrak pagar rumah. 😢.
"Terus, dek," aba - aba mbakku saat melihatku berhenti.
"Terus gimana? Sudah nabrak pager, tuh," jawabku dengan entengnya.
"Ha? Kok bisa?" Tanya mbak juga dengan nyantai banget.
"Bisa dong. Khan tadi konsentrasinya sebelah kiri," jawabku ringan.
Sebuah percakapan yang biasa banget untuk kejadian yang gak biasa. 😀.
"Terus gimana, nih?" Tanyaku sambil menahan tawa. Entah mengapa, menurutku kejadian ini lucu sekali.
"Tunggu dulu. Mbak mikir dulu," jawab mbak sambil mengira - ira kudu diapain mobilnya biar bisa terlepas dari pagar depan rumah.
Sementara mbak berpikir mencari jalan keluar, aku tetap berada di dalam mobil. Beberapa menit berlalu, mbak tidak punya ide harus diapakan mobilnya. Dari dalam mobil, aku melihat wajah mbak yang bingung campur geli melihat kondisi mobil yang nabrak pager. 😂.
Hingga lewatlah sepasang suami istri yang tengah jalan pagi. Mereka berdua melihat kebingungan kami.
"Pak, ini mobilnya diapain, ya biar bisa keluar," tanya mbak pada si bapak.
Beliau memberi beberapa instruksi yang justru bikin kami jadi pusing. Hingga kemudian.
"Saya bantu saja mengeluarkan mobilnya?" Beliau menawarkan bantuan.
Tentu saja tidak ditolak. Dan hanya dalam sekejap mata saja, mobil itu sudah terparkir di halaman. Dan kami berdua terkagum - kagum atas keahlian beliau memarkirkan mobil. Sesuatu yang tadi kami diskusikan lama banget. 😜.
Daaann.. sekarang, mbak sudah berani membawa mobil sendiri. Sementara aku? Bukankah 'ultimatum' nya adalah belajar nyetir? Bukan bawa mobil sendiri khan? . Karena 'nyetir itu memang mudah' tapi membawanya sendiri ke jalan raya, ternyata butuh nyali dan nekad. 😁.
(Posting : fb)

Komentar