Trauma
Ada anak baru disekolah. Usianya mendekati 4 tahun. Beberapa waktu
lalu, ketika orang tuanya datang untuk mendaftar, aku meminta pada
mereka untuk mendampingi sang putra saat melewati satu minggu masa
adaptasi di sekolah.
Tapi .....
"Anak saya kalau di lingkungan baru senang sekali. Jadi kalau ditungguin, dia malah gak suka," sang ayah menjelaskan.
"Tapi kami tetap meminta sebaiknya ditungguin, pak. Karena anak bapak akan masuk ke lingkungan baru, yang belum dikenalnya," aku mencoba untuk memberikan alasan.
Daaan... saatnya sang anak masuk sekolah sesuai dengan jadwal yang telah diberikan.
Hari pertama :
Si anak tampak antusias sekali berada di sekolah. Bermain dengan teman barunya. Terlihat senang. Tanpa ditungguin orang tua.
Hari kedua :
Datang diantar sang ayah hanya sampai pintu gerbang sekolah. Juga tidak ditungguin orang tuanya. Dan tidak seperti kemarin, hari ini si anak lebih banyak menangis.
Hari ketiga :
Berangkat ke sekolah dengan enggan. Meminta untuk ditungguin sang ayah. Dan tidak berapa lama, meminta untuk pulang.
Hari keempat :
Tak tampak hadir di sekolah. Tapi pesan singkat dari sang ayah mampir di handphone ku. Bunyinya.. 'Ibu, bila diperkenankan kami akan memulai lagi proses sekolah anak kami di Amalia. Dan kami akan menungguinya'.
Ah, mengapa baru sekarang menyadarinya?
Mengapa tidak sejak awal mendampingi sang putra untuk melewati masa adaptasiny di sekolah?
Tak tahukah orang tua, bahwa untuk masuk ke lingkungan baru, anak perlu rasa aman dan nyaman? Dan itu perlu pendampingan dari orang tua.
Tak sadarkah bila anak adalah bukan barang? Yang bisa dititipkan begitu saja. Anak perlu diberi tahu mengapa dia dititipkan. Tidak bisa bersama dengan orang tuanya untuk beberapa saat. Karena mereka punya perasaan, punya hati. Yang bisa terluka, sedih, ketika ada sesuatu yang berubah pada mereka, tapi mereka tidak diberitahu.
Tapi... tak jarang orang tua menganggap anak adalah anak. Yang belum tahu apa - apa. Dan tidak perlu mendapatkan penjelasan apapun atas apa yang akan mereka jalani.
Aku berharap bila nanti si anak kembali ke sekolah, dia tidak membawa luka dan trauma karena 'dipaksa' untuk berada di lingkungan baru.
(Posting : fb)
Komentar