Kipas Sate

Pagi hari, beberapa waktu lalu, Danif datang ke sekolah dengan membawa kipas sate yang sudah jelek banget. Rusak di ujung - ujungnya. 😊
(Yang seperti ini, sudah biasa sekali di sekolah. Anak - anak membawa 'mainan' yang aneh - aneh. Seperti dompet souvenir pernikahan, pena rusak, botol kosong, hp orang tua nya dan masih  banyak lagi yang lainnya).

Ketika sore harinya, ibu guru lupa membawakan kembali kipas rusak ini. Dan disimpan untuk diberikan keesokan harinya. Tapi hari berganti, ibu guru selalu lupa, hingga akhirnya sore ini....

"Ibu, ini kipasnya mas Danif yang tertinggal di sekolah. Maaf ibu guru lupa terus untuk membawakannya pulang," aku berkata pada umminya Danif.

Tapi apa yang terjadi?

Sambil bergumam, umminya Danif berkata, "Kipasnya disimpan di sekolah saja. Kalau dibawa pulang, Danif gak bisa lepas dari kipas itu. Kemana - mana dibawa. Kemarin - kemarin saya malah seneng kipasnya ketinggalan di sekolah. Danifnya sudah bisa lepas dari kipas itu."

Oalah... begitu tho ceritanya. 'Disapih' dari kipas sate. 😉. Dan, ibu guru pun 'beraksi'. Sambil terus ngobrol dengan Danif dan umminya, tangan kananku yang membawa kipas kuletakkan di punggung. Sementara ibu guru yang lain segera mengambil kipas itu dan 'mengamankan' nya. 

Hingga kemudian Danif pulang, dia tidak menanyakan lagi kipas satenya itu.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer