Antrian

Ini hanya kunjungan biasa. 'Temu kangen' dengan dokter jantung. Acara rutin setiap bulan. Sejak 2 tahun lalu. Yang tidak biasa adalah antrian untuk dapat bertemu dokter.

Beberapa bulan lalu, sejak aku mendapat 'tugas' untuk antri ambil nomer, maka sudah beberapa kali juga dibuat semacam 'uji coba'. 😊.

Awalnya datang pukul 7, antrian yang kudapat diatas angka 130-an. Bulan berikutnya pukul 7 kurang, masih tetap dapat nomer antrian diatas 100. Kemudian datang lebih awal lagi, dapatnya nomer 70-an.

Penasaran, aku bertanya pada seorang ibu yang nomer antriannya lebih kecil.
"Ibu tadi datang jam berapa untuk antri?"

"Abis subuh saya sudah berangkat ke sini," jawabnya sambil tersenyum.

Ha?

Maka pagi ini, ketika masih banyak orang olah raga pagi dan matahari masih malu - malu mengeluarkan sinarnya, aku pun sudah berangkat. Bahkan ketika sampai disini, parkir basement pun belum dibuka! Dan aku mendapat nomer antrian yang tetap diangka puluhan yang banyak banget.

Masih penasaran lagi, aku bertanya pada si mbak yang dapat nomer antrian kecil.

"Tadi datang jam berapa, mbak?"

"Jam 5 saya sudah antri di depan, bu," jawab si mbak dengan tatapan mata kasihan melihat nomer antrianku yang besar sekali. 😁.

Sepertinya benar kata ibu beberapa waktu lalu, ketika kami sedang berbincang tentang antrian ini.

"Apa perlu nginep di Sardjito, ya bu? Biar dapet antrian nomer satu," usulku sambil bercanda.

"Ya gak papa," jawab ibuku. "Sekalian bawa kasur sama bantal. Berkemah disana."

Dan kami pun tertawa bersama. 😂.

Tetap sehat. Tetap semangat. Selamat pagi semua...

(Posting : fb)


Komentar

Postingan Populer