Tergigit
Di sekolah, saat bermain dan belajar, anak - anak selalu diajarkan
untuk tidak takut kotor. Karena dengan berkotor - kotor itu, mereka
belajar sesuatu. Jadi, tak heran bila setiap hari ada saja pakaian yang
kotor karena tanah liat, terkena lem. Bahkan sisa - sisa bermain ublek
pun bisa menempel di rambut. 😊.
Dilain waktu, ada noda pewarna makanan
yang menempel tidak hanya dibaju, tapi juga di tangan, kaki. 'Doktrin'nya ibu guru..."Gak usah takut kotor, ya Nak. Baju dan tangan yang
kotor, bisa dibersihkan kok."
Seperti kemarin, saat anak - anak kelas 2 - 3 tahun belajar menempel daun jambu, mengecap tangan dan bermain air sabun.
Diantara 5 anak yang belajar di kelas ini, Khalisa yang
paling semangat bermainnya. Perwarna yang dipakai tidak hanya menempel
dikertas, tapi juga dilengannya. Bajunya basah saat bermain air sabun.
Dan ketika waktunya selesai, Khalisa juga yang paling kenceng nangisnya.
Karena dia masih ingin bermain.😀.
Saat dijemput sore harinya..
"Ibu maaf. Tangan Khalisa merah - merah. Itu bukan karena jatuh. Tapi terkena pewarna makanan yang kita pakai saat bermain tadi," aku menjelaskan pada sang mama.
"Oiya. Gak papa, bu. Kalau tergigit juga gak papa. Biasa kalau anak - anak kalau main bersama," mama Khalisa berkata seraya tersenyum. Sepertinya beliau siap sekali bila terjadi sesuatu pada sang putri saat bermain di sekolah.
Aku yang mendengar jawaban beliau cuma bisa tersenyum tapi bingung. Karena selama 8 tahun bergabung di sekolah, baru beliau saja yang berkata seperti itu sebelum ada kejadian sang anak tergigit. 😂.
(Posting : fb)
Komentar