Termometer
Faaruuq tidak enak badan. Saat teman yang lain bermain, dia hanya duduk
saja memandangi teman - temannya. Ketika akan mengajaknya bermain dan
menggandeng tangannya, terasa suhu tubuhnya yang meningkat. Aku pun
minta tolong pada salah satu ibu guru untuk mengukur suhu tubuhnya. Agar
bisa memberitahukan pada ibundanya Faaruuq.
Beberapa waktu kemudian, aku melihat Faaruuq menangis. Air mata menetes satu persatu di pipinya. 😊.
"Kok nangis? Kenapa Ruuq?" tanyaku.
Faaruuq tidak menjawab, justru air matanya semakin deras. Ibu guru yang tadi kumintai tolong untuk mengukur suhu tubuh Faaruuq yang menjawab. Dengan bahasa isyarat menunjukkan ujung termometer yang lancip.
Ternyata, ketika melihat ujung termometer yang lancip, Faaruuq mengira akan disuntik.
Aku menyembunyikan senyum dengan memeluk Faaruuq erat - erat. .
(Lekas pulih, ya mas ganteng. Biar bisa main lagi dengan ibu guru dan teman - teman di sekolah)
(Posting : fb)
Komentar