Sama

Ini kembali tentang Khalisa. 
 
Murid terkecil di sekolah ini, memiliki kemampuan berbahasa melebihi teman seusianya. Ucapannya jelas, sehingga ibu guru jarang sekali salah mengartikan yang dia katakan.

Khalisa juga cepat sekali menirukan orang - orang yang ada disekitarnya. Terutama menirukan ibu guru.

Pagi hari, saat bermain bebas, aku mengajak Danif dan Khalisa membangun menara menggunakan balok warna yang disusun satu persatu. Disusun setinggi mungkin dan hati - hati agar tidak roboh. Pastinya tidak mudah. 😀. Dan kami mencoba berkali - kali. 

Setiap kali baloknya berjatuhan, aku akan berkata sambil pura - pura terkejut, "Aaaa.. Menaranya roboh!" Dan kami tertawa bersama. 

Kemudian dibangun lagi. Hingga berkali - kali. Pada saat menara terakhir roboh, tiba - tiba Khalisa berteriak, "Aaa... Roboh lagi." Kedua tangannya memegang pipinya.
Welaahhh.. kok sama dengan gayaku..😜 #lebay

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer