Malu

Dzikra selalu bisa membuat ibu guru tersipu malu...

Sore ini saat dijemput, sambil diantar menuju ayahnya..

"Bu guru rumahnya dimana?" Dzikra bertanya seraya menaiki kendaraan sang ayah.

"Disana," ibu guru menjawab seraya menunjukkan sebuah arah.

"Jauh gak?" Pertanyaan masih berlanjut. Sementara Dizkra sudah duduk manis di motor.

"Gak. Deket kok," ibu guru masih menjawab dengan tersenyum.

Sementara sang ayah belum juga menjalankan kendaraan.  Sepertinya masih menunggu Dzikra menyelesaikan pertanyaan.

"Aku boleh main?" Dzikra belum juga mengusaikan keingintahuannya.

"Boleh," ibu guru sudah merasa jengah 'diwawancarai' dihadapan sang ayah yang dari tadi hanya tersenyum saja.

"Dzikra, sudah ditunggu ayah lho. Sampai ketemu besok, ya," akhirnya aku memaksakan diri untuk memutuskan pembicaraan yang tak kunjung selesai.

Dan Dzikra pun melambaikan tangan tanda perpisahan. Diiringi anggukan sang ayah. Dan senyum jengah ibu guru. ☺.

(Posting : fb)


Komentar

Postingan Populer