Tiang

Ruang di sekolah, dibuat layaknya sebuah gedung serba guna. Tanpa sekat. Tanpa dinding. Benar - benar terlihat luas dan lebar. 

Bila waktunya belajar, maka berubahlah menjadi ruang kelas. Masing - masing anak sudah tahu harus belajar di sisi sebelah mana.

Saatnya makan, maka ruangan ini akan ditata dengan beberapa meja makan bundar. Jadilah ruang makan.

Waktunya tidur siang? 
Semua kasur dipasang bersisian, maka sebuah kamar tidur pun tercipta.
Benar - benar ruang yang serba guna.

Di tengah ruangan sekolah ini, ada sebuah tiang penyangga menjulang hingga atap, seukuran ubin. Dan ini menjadi tempat favorit anak - anak. Untuk bersandar, bermain petak umpet, atau sekedar berputar - putar mengelilingi tiang seperti yang sering dilakonkan oleh pemain film India. 😁.

Karena tempat favorit, tak heran bila tiang yang hanya satu - satunya ini, sering sekali diperebutkan anak - anak. Tak jarang hingga terjadi 'pertumpahan darah' demi bisa berada di dekat tiang ini.

Tak terbilang 'nasehat, petuah', yang diberikan ibu guru ketika terjadi 'pertikaian' memperebutkan tiang. Tapi tetap saja terjadi 'perseteruan'.

Hingga di suatu hari... Ketika 'perebutan' tiang terjadi lagi..

"Anak - anak, siapa yang tadi dari rumah, bawa tiang?" tanya ibu guru.

Anak - anak serempak menggelengkan kepala dan menjawab, "Aku gak bawa tiang."

"Tiang ini punya siapa?" tanya ibu guru lagi.

"Punya sekolah," kembali anak - anak menjawab bersamaan.

"Kalau begitu, gantian ditiangnya."

Aturan di sekolah, setiap barang atau apapun milik sekolah, maka dipakainya bergantian, semua boleh memainkan.

Dan sejak saat itu, ketika ada yang memperebutkan tiang, maka teman yang lain akan mengingatkan, "Itu punya sekolah. Gantian di tiangnya." 😊
(Kebayang betapa susahnya bila membawa tiang dari rumah, Nak)

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer