Tersangka

Ketika bermain bebas, pada umumnya anak - anak memilih untuk bermain bersama. Meskipun jenis mainnya berbeda. Jadilah mereka berjejer - jejer seperti orang yang berjualan.

Selain itu, pilihan permainan mereka pun mampu membuat ruang bermain jadi terasa sempit. Terlebih untuk anak - anak yang bermain balok warna. Mereka sering sekali berlomba untuk membuat bangunan yang paling tinggi dan paling lebar dengan menggunakan balok warna.

Dan .....kadang, hal seperti ini pun tak terelakan...

"Bu Yayuk tadi ngerusak balokku," kata Rara sambil menghampiriku yang sedang menyiapkan makan siang.

"Oya? Kapan?" tanyaku.

"Tadi," jawab Rara.

"Gak, tuh. Ibu gak ngerasa," jawabku lagi. Keukeuh gak ngerasa.. 😊.

"Iya, Bu Yayuk. Tadi baju Bu Yayuk kena baloknya Rara," Ghazali tiba - tiba sudah ada di belakangku.

"Tadi aku ngeliat," Evans ikutan memberi 'kesaksian'.

Aku pun tak bisa mengelak lagi. 2 anak sudah 'bersaksi' .. 😀.

Kemudian....

"Maaf, ya mbak Rara. Ibu gak sengaja ngerusak mainannya," aku meminta maaf pada Rara dan mencium tangannya.

Karena begitu aturannya di sekolah. Yang salah, minta maaf dan mencium tangan temannya.
Dan Rara pun mengangguk kemudian mereka kembali lagi bermain.

Jadi, tak selalu ibu guru di sekolah menjadi 'hakim'. Sesekali, bisa juga menjadi 'tersangka'. 😂.

(Posting : fb)


Komentar

Postingan Populer