Suara Hati

Hari ini aku menjadi Guru Pendamping Khusus (GPK) di kelompok 4 - 5. Mendampingi Luqman. 

Ibu guru mengajak anak - anak untuk 'belajar mendengarkan'. Mata dipejamkan, anak - anak diajak mendengarkan suara - suara yang mereka dengar saat mata tertutup.

"Ada suara motor," jawab Jason.

"Suara jam dinding," tambah Evans.

"Suara kipas angin," Rara menimpali.

"Aku mendengar suara hati, Bu guru," jawab Ghazali.

Aku dan ibu guru saling pandang sambil menahankan senyum.

'Suara hati'? Ini kata baru yang dimunculkan Ghazali di sekolah.

"Ghazali tahu suara hati dari siapa?" tanyaku.

"Dari ayah. Kata ayah, 'dengerin suara hati'," jawab Ghazali mantap.

"Oooooo," serempak aku dan ibu guru menjawab. 

(Aku lupa menanyakan, saat itu sang ayah bicara pada Ghazali atau Ghazalinya yang mencuri dengar saat ayahnya bicara. 😍.. Tapi apapun itu, kita memang harus sering - sering mendengarkan suara hati. Yang sepertinya gak pernah bohong. 😉)

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer