Tahu Diri
Ada satu masa dimana tidak semua ibu guru dapat hadir di sekolah. Mungkin karena ada keperluan atau karena sebab lainnya.
Walau pun begitu, sekolah harus tetap berjalan. Biasanya bila ada 1 - 2 ibu guru yang tidak hadir, maka kegiatan pembelajaran di sekolah akan dibuat mengikuti situasi dan kondisi anak - anak. Bila tidak memungkinkan, maka pembelajaran akan ditiadakan. Sebagai gantinya, ibu guru akan mengajak anak - anak membuat sebuah karya atau membacakan buku cerita dan mendongeng. Selebihnya adalah pembiasaan yang memang dilakukan setiap hari. Seperti antri, makan di meja makan, membereskan mainan.
Satu hal yang biasa dilakukan ibu guru, bila ternyata ibu guru yang hadir di sekolah tidak lengkap, adalah dengan 'mensosialisasi' kan keadaan ini pada anak - anak.
"Anak - anak, karena hari ini ada ibu guru yang tidak masuk, bantu ibu guru ya. Baik - baik sama temen. Mas - mbak yang sudah besar, ajak main adik - adiknya, ya."
Seperti itulah yang selalu disampaikan pada anak - anak. Dan alhamdulillah, mereka sangat kooperatif. Tahu kalau ibu gurunya tidak lengkap, mereka berubah jadi anak 'baik - baik'. Gak pake rewel. Yang biasanya usilin temen, jadi main bersama. Yang kalau ibu gurunya lengkap, seneng cari perhatian, sekarang justru jadi anak yang sangat membantu.
Tapi, ketika pengumuman yang sama diberikan, saat ibu gurunya lengkap, tidak memberikan pengaruh yang berarti. Yang usil, tetep saja usil. Yang rewel, tetep jalan terus.
Sepertinya mereka tahu, kapan harus jadi 'baik - baik' dan kapan harus 'merepotkan' ibu guru.. 😜...
(Posting : fb)
Komentar