Senjata
Besok, dengan seijin Allah, anak - anak akan bermain dengan Polisi
Sahabat Anak (PSA). Anggota PSA akan berkunjung ke sekolah. Dan seperti
biasa, bila ada sesuatu yang khusus, ibu guru akan mengumumkannya pada
anak - anak.
"Temen - temen, besok akan ada Polisi Sahabat Anak yang akan bermain bersama kita. Besok bangunnya yang pagi, ya. Biar bisa main sepuasnya dengan bapak dan ibu polisi," kataku, memberitahukan pada anak - anak.
Serempak mereka bersorak gembira. Tapi tidak dengan Oliv.
"Aku besok gak mau sekolah," kata Oliv pada salah satu ibu guru.
"Kok gak sekolah? Kita mau main dengan Polisi Sahabat Anak lho," kata ibu guru.
"Gak mau. Aku takut sama polisi," jawab Oliv polos.
O..o.. Usut punya usut, ternyata bila ada yang tidak berkenan, yang dilakukan Oliv, maka 'senjata' untuk menakut - nakuti adalah polisi.
Apakah Ayah - bunda masih menggunakan 'senjata' ini juga untuk membuat putra - putri 'tunduk' dan 'patuh'? Semoga saja tidak. Kalau masih, semoga setelah ini, tidak lagi.
(Posting : fb)
Komentar