Saksi

Layaknya sebuah persidangan, maka saat membantu anak - anak menyelesaikan perselisihan diantara mereka, ibu guru juga membutuhkan saksi agar keputusan yang diambil benar - benar adil. 😊.

Sangat membantu ketika saksi di sebuah kejadian adalah anak - anak yang mampu menceritakan sebuah kejadian dengan baik dan ketika ditanya, juga mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
Dan paling pusing ketika menemui saksi yang justru bikin 'persidangan' jadi gak jelas.

Seperti ini...

Saat tengah bermain bebas setelah makan siang, tampak Danif dan Azka main secara berdampingan. Awalnya terlihat baik - baik saja, hingga beberapa saat kemudian mereka berdua memperebutkan sebuah balok warna.

Ibu guru segera menghampiri dan mencoba melerai mereka berdua. Karena keduanya berusia di awal 2 tahun dan bicaranya masih belum jelas, maka ibu guru perlu saksi untuk menentukan punya siapakah balok yang Danif dan Azka perebutkan itu.

"Ada yang tahu gak, ya. Ini baloknya siapa?" tanya ibu guru pada anak - anak yang ada di dekat Danif dan Azka.

"Aku tahu, Bu," jawab Dzikra.

"Oya? Ini balok punya siapa Dzikra?" tanya ibu guru.

"Bukan punyaku kok," jawab Dzikra sambil meneruskan mainnya lagi.

Aku terpaksa menutup mulutku rapat - rapat agar tidak tertawa. Ibu guru yang lain ada yang harus minta maaf dulu karena gak bisa menahan tawa.

Lha? Kok tadi bilang 'tahu'? 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer