Pemilu

Ini cerita tentang pemilu - pemilu yang kuikuti sekian kali..

Berkali mengikuti pemilu, aku selalu saja tidak yakin dengan pilihanku. Mungkin karena aku menganggap pemilu 'bukan sesuatu yang penting' buatku.

Jadinya? Setiap tiba waktunya memberikan hak suara, aku selalu 'kasak - kusuk' terlebih dahulu. Bertanya pada mereka yang kukenal, saudara - saudaraku, "besok pilih siapa?" Dan semakin banyak aku bertanya tentang pilihan orang lain, semakin pusinglah aku. 

Aku ingat, saat pilpres tahun 2014, sebelum datang ke TPS, aku sudah 'diskusi' terlebih dulu dengan ibu guru, tentang siapa yang 'enak'nya di pilih. Dan 'parah'nya, ketika aku pulang dari TPS, dua keponakanku yang cantik - cantik itu memberondongku dengan pertanyaan yang bikin pusing. 

"Bulek pilih siapa?" tanya mereka setengah memaksaku untuk menjawab.

"Siapa, ya?" jawabku yang membuat mereka jadi sebel berat.

"Bulek pasti pilih..(mereka menyebutkan satu nama calon)."

Aku tidak memberikan jawaban. Hanya tersenyum saja. Dan mereka pun 'sepakat' memusuhiku karena pilihanku yang menurut mereka, tidak sama dengan yang mereka inginkan. Kasihan sekali aku..

Dan untuk yang kali ini, masih tetap sama dong.. ..
Sebelum datang ke TPS, aku bertanya terlebih dulu pada ibu, tentang calon pilihan ibu.

"Ibu pilih nomer.. (ibu menyebutkan nomer pasangan calon)."

"Ibu tahu siapa mereka?"

"Gak tahu. Ibu cuma gak mau pilih .. (ibu menyebutkan nama calon yang lain)." Nah lho....

Dan ketika akhirnya aku ke TPS, maka yang kucoblos adalah pilihan ibu. Mengapa? Karena Aku ingin jadi anak yang berbakti. Mengikuti kata orang tua.. ...

Semoga ini pemilukada yang damai di mana - mana.....

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer