Sedih

Saat diminta untuk bergabung di sekolah pertama kalinya, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak melibatkan perasaan ku saat berhubungan dengan anak - anak. Semua akan dibuat layak nya hubungan guru dan murid saja. Hanya sebatas itu saja. Tapi.. Aku salah.

Bertemu dan bermain bersama anak - anak pertama kali, sudah membuatku jatuh hati pada mereka.
Tawa dan canda mereka, sanggup meluruhkan segala sedih, galau, lelah dan letih.
Tangan halus yang melingkar ringan di leherku saat di peluk, mampu mengalirkan rasa damai dan menguapkan segala resah.

Panggilan 'ibu', 'Bu Yayuk', 'Yayuk', 'mbak Yayuk', menjadi nyanyian merdu di telingaku dan selalu saja membuatku rindu dengan suara - suara ini saat libur panjang sekolah.
Tanpa sadar, aku merasakan khawatir, sedih, takut saat mereka jatuh, terluka atau sakit.
Aku ingin mereka terjaga dengan baik agar tawa dan senyum ceria selalu terlukis di wajah polos mereka.

Itu yang jadi alasan, mengapa mataku berkaca - kaca menahan kan air mata yang jatuh, agar tidak menangis saat mereka berpamitan untuk sekolah TK.

Dan pagi ini...

Sebuah pesan singkat mampir di ponselku. Dari bunda Nadhifa yang memgabarkan bahwa putri nya sudah beberapa hari ini terbaring di rumah sakit. Disertai sebuah photo yang menunjukkan Nadhifa yang tengah tergolek lemah dengan tangan yang di infus.

Tanpa terasa ada rasa sedih yang melingkupi dan mataku pun basah.
Lekas pulih, Nak. Semoga Allah angkat segala sakitmu.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer