Kok Bisa
Bila Ayah - Bunda mengira, betapa berantakannya sekolah dengan mainan yang bertebaran dimana - mana, maka Ayah - Bunda salah.
Ibu guru cukup berkata, "Anak - anak, waktu bermainnya sudah selesai. Sekarang waktunya dibereskan."
Maka dalam hitungan menit, semua mainan telah kembali pada tempatnya. (Ctt : Kita tidak bicara soal rapi. Tapi kita bicara tentang anak yang bisa mengembalikan mainannya kembali pada tempatnya)
Kok bisa?
Bila Ayah - Bunda berpikir, betapa repotnya ibu guru dengan 20-an anak saat makan siang. Membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan makannya. Salah lagi, nih.
Ibu guru yang ikut duduk melingkari meja makan bersama 3 - 4 anak cukup berkata, "Makan sendiri. Bila tinggal sedikit, ibu guru bantu."
Jadwal waktu makan di sekolah antara 30 - 45 menit. Dan semua anak sudah selesai makan. (Ctt : Kita tidak bicara tentang makanan yang berjatuhan. Tapi kita bicara tentang anak yang mampu mengikuti aturan di meja makan)
Kok bisa?
Bila Ayah - Bunda terheran - heran dengan suasana senyap antara pukul 12 - 14 di sekolah, itu wajar. Karena semua anak tidur siang.
Ibu guru cukup berkata, "Sekarang waktunya istirahat. Pejamkan mata."
Lalu Ayah - bunda pun bertanya, "Kok bisa?"
Di sekolah, anak - anak dikenalkan pada aturan yang konsisten. Tidak berubah - ubah. Aturan ini kemudian menjadi pembiasaan. Yang melekat erat dalam ingatan anak. Ibu guru tidak perlu lagi mengulang - ulang aturannya karena anak sudah tahu dengan sendirinya. Dan mereka akan saling mengingatkan sesama mereka.
Bahwa setelah selesai bermain, maka mainannya harus dibereskan lagi.
Bahwa makan di meja makan, bukan dengan berjalan kesana - kemari dan makan sendiri, bila tinggal sedikit, mereka akan bilang, "Tolong dibantu."
Bahwa setelah setengah harian mereka bermain, belajar, tubuh mereka perlu istirahat dengan tidur siang. Setelah bangun, mereka bisa main lagi.
Dan tahukah Ayah - Bunda, ternyata mengenalkan aturan yang konsisten, tidak berubah - ubah sangat membantu. Ibu guru dimudahkan saat bermain sambil belajar dengan anak - anak. Dan bila kebiasaan baik ini diteruskan di rumah, tentu saja akan memudahkan para orang tua.
Karena dengan aturan yang jelas, anak pun menjalankannya dengan senang. Tidak bingung. Dan mereka juga tahu apa konsekuensi dari melanggar aturan yang sudah disepakati bersama. Dan memang sesungguhnya bermain dan belajar dengan anak - anak di sekolah, sangat menyenangkan.
(Posting : fb)
Komentar