Kata Santun

Sore hari... Saat anak - anak mulai dijemput satu persatu...

"Nadhifa, sudah dijemput ayah," kata salah satu ibu guru pada Nadhifa. "Bereskan mainannya, trus ambil sepatunya, ya."

Nadhifa segera membereskan mainan dan dengan berlenggak - lenggok ala peragawati, berjalan ke belakang untuk mengambil sepatunya.

Tak berapa lama, dia sudah masuk lagi dengan sepasang sepatu ala putri dan mulai memakainya. Aku yang duduk tak jauh darinya memperhatikan kasibukannya memakai sepatu. Beberapa kali kulihat Nadhifa gagal memasukkan pengait sepatunya. Dan dia terus berusaha. 

(Ayah Bunda, di sekolah, ibu guru tidak selalu datang pada anak - anak saat mereka menemui kesulitan. Karena itu cara ibu guru mengenalkan pada anak untuk tidak berputus asa dulu sebelum sampai 'titik darah penghabisan' saat berusaha).

Hingga beberapa waktu kemudian..

"Yayuk, gak bisa."

"Kalau gak bisa, bilang apa?" tanyaku. 

Di sekolah, anak - anak dibiasakan untuk menggunakan kata 'tolong' saat membutuhkan bantuan.

"Tolong bantuin," kata Nadhifa lagi

Aku pun menghampirinya. Dan mulai membantunya memakai sepatu. Tidak lama, siaplah Nadhifa untuk pulang.

"Kalau sudah dibantu, bilang apa?" tanyaku lagi

"Terima kasih," jawabnya.

Terlihat sederhana, ya. Tapi mengajarkan kata - kata santun seperti 'tolong', 'terima kasih', 'maaf', 'permisi' ternyata tidak mudah. Bila tidak dibiasakan, putra - putri kita tidak akan pernah dapat menggunakannya dengan baik. Dan mereka juga perlu contoh nyata dari orang tuanya.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer