Bergaya

Sebagai salah satu sarana pembelajaran, di sekolah di pasang sebuah cermin besar. Setinggi badan anak - anak. Cermin ini akan digunakan saat pelajaran pengenalan anggota tubuh anak. Juga dapat digunakan untuk mengenalkan beragam ekspresi wajah. Seperti ketika menangis, saat tertawa atau ketika marah.

Tapi, di setiap hari, cermin ini berfungsi sebagai alat bantu mematut - matutkan diri bagi sebagian anak perempuan yang bergelar 'putri' .. 😊.

Nadhifa misalnya, tiada waktu terlewat tanpa memandangi wajahnya di cermin sambil tersenyum, tertawa, nyengir, berlenggak - lenggok dan lainnya. Kadang dia melakukan sendiri. Tapi bila bosan, dia akan mengajak temannya yang lain untuk beramai - ramai berkumpul di depan cermin. Memperlihatkan ekspresi masing - masing di cermin.

Dan pagi ini, sama seperti pagi yang lain. Sambil menunggu teman lainnya datang, Nadhifa berlenggak - lenggok di depan cermin. Tanpa sengaja, kakinya tersandung kakinya sendiri dan jatuh. 

Menangis? 
Pastilah. Sambil membantunya berdiri, ibu guru mencoba 'menasehati'.. Bergaya boleh, Nak. Tapi tetap harus hati - hati, ya..😂

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer