Suara Tinggi

Dibandingkan dengan ibu guru lainnya, suaraku 1 oktaf lebih tinggi. 😀. Hasil dari hidup belasan tahun di pedalaman hutan sumatera. Ekspresi wajah dan bahasa tubuhku pun lebih 'heboh' dibandingkan ibu guru lainnya, yang lebih kalem.

Tak heran bila anak - anak yang biasa diperlakukan seperti 'putri', mendengarkan suaraku terasa 'menggelegar'. Karenanya, caraku memanggil Jason, pastinya berbeda dengan memanggil sang putri 'Indonesia', Raisa. Ekspresi  wajahku saat berinteraksi dengan Ghazali, pastinya berbeda saat aku berhadapan dengan Azkia.

Tapi kemarin aku lupa. Saat Azkia bercerita tentang adik bayinya, aku memberikan ekspresi terkejut dengan menutup mulut menggunakan kedua tangan dan membesarkan bola mata. Hasilnya? Azkia menangis karena takut. 😁

Maaf, ya Nak. Ibu lupa ganti 'wajah'.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer