Membujuk

Setiap hari, setiap saat di sekolah, ibu guru melakukan banyak bujuk rayu pada anak - anak.

Dulu, aku berpikir kalau membujuk adalah pekerjaan gampang banget. Tinggal bilang ini - itu, anaknya mau, selesai deh. Tapi.... Ternyata aku salah. Sebelum sampai pada anaknya mau, prosesnya kadang 'panjang' dan 'berliku'... 😃 (ibu guru lebay).

Aku belajar sambil praktek langsung tentang tekhnik membujuk anak - anak. Dan berdasarkan pengalaman selama 7 tahun ini, aku memiliki kesimpulan bahwa dalam membujuk diperlukan :

1. Pikiran positif
2. Mood yang bagus
3. Bahasa tubuh yang meyakinkan.

Tanpa ketiganya, proses membujukku lebih sering gatot alias gagal total tanpa ampun gigit jari.. 😥.

Ketika akan mulai membujuk, aku harus memiliki pikiran positif dulu, bahwa aku mampu membujuk 'serumit' apapun 'kasus'nya. Karena pikiran positif ini akan memberikan banyak ide dan jalan untuk menemukan kata - kata yang pas saat membujuk anak - anak.

Aku juga harus punya mood yang bagus. Karena mood akan berpengaruh pada berapa lama aku mampu bertahan membujuk sampai sang anak luluh. Bila moodku jelek, biasanya begitu bujukan pertama di tolak, aku sudah patah arang dan menyerah. Bujuk rayu pun kembali gagal.

Bahasa tubuh yang meyakinkan adalah faktor pendukung keberhasilan dalam membujuk. Aku tidak boleh berjarak dengan anak saat membujuk mereka. Aku harus bisa meyakinkan mereka bahwa apa yang akan dilakukan adalah sesuatu yang menyenangkan buat mereka bukan buat ibu guru. Yang harus di pastikan adalah bahwa anak akhirnya mau melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena keinginan mereka sendiri bukan karena terpaksa.

Akhirnya... Bahagia itu sederhana.. Ketika berhasil membujuk mereka tanpa 'keributan'..
Bagaimana dengan ayah - bunda? Sulitkah membujuk putra - putri?

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer