Berdamai

Menjadi penghubung antara sekolah dan orang tua, membuatku sewaktu - waktu harus melaporkan ke orang tua bila ada kejadian tidak biasa. 
 
Seperti yang terjadi hari ini, ketika Bimo memukul Elok dengan balok. Atau ketika Rey menarik rambut Dhifa. 

Aku harus bisa menjelaskan detail kejadiannya agar orang tua bisa memahami apa yang dialami sang anak dan tidak menjadi khawatir karena tidak bersama sang buah hati saat kejadian.

Begitu detail dan panjang laporan tertulis yang kubuat, hingga tak jarang ibu guru sering berseloroh, "Bu Yayuk lagi bikin cerpen." 😀.

Umumnya orang tua bisa memahami kejadian yang terjadi pada anaknya. Namun tetap dengan permintaan berupa saran agar pengawasan pada anak - anak lebih di tingkatkan. Dan itu pasti. Tapi bersama anak - anak, lewat 1 detik saja dari pengamatan, kejadian luar biasa bisa saja terjadi.

Yang paling susah ketika orang tua meminta agar anaknya dipisahkan dulu dari temannya  yang mengganggu. Karena itu tidak mungkin. Seperti apapun pertengkaran yang terjadi di antara mereka, anak - anak tak pernah lama berantemnya. Bahkan ketika ibu guru belum  menyelesaikan perselisihan, mereka sudah main bersama lagi.

Sepertinya, kita yang dewasa harus mencontoh anak - anak  dalam menyelesaikan masalah. Tanpa dendam. Tak lama menyimpan marah. Mudah memaafkan. Melihat semuanya dari sisi yang menyenangkan.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer