Mesra

Hafiz, salah satu anak baru di sekolah. Sejak kemarin dia mulai berada di sekolah sampai sore. Maka Hafiz pun melewati tidur siang bersama teman - teman.

Kemarin, dia belum mau tidur. Ketika teman yang lain sudah terlelap, Hafiz menangis. Karena suasana menjadi senyap. Dan dia merasa takut.

Aku memeluknya. Menghibur. Meyakinkan bahwa tidak ada yang harus di takutkan. Hingga kemudian bocah kecil ini tertidur di pangkuanku.

Hari ini, beda ceritanya.

Ketika teman yang lain sudah tertidur, kembali Hafiz menangis.

Aku menghampirinya.

"Mas mau tidur?"

Hafiz menggelengkan kepala. Masih tetap menangis.

"Mas masih mau nangis?"

Dia mengangguk.

"Ok. Mas boleh menangis. Tapi suaranya yang pelan, ya. Temen - temen sudah tidur."

Beberapa saat berlalu...

"Ibu mau tidur. Mas mau tidur di kasur?" Aku mengajaknya beranjak ke kasur.

"Gak mau."

"Ok. Ibu tidur disini, ya," aku menunjuk kasur disebelahnya. "Mas gak usah takut. Mas boleh pegang tangan ibu," lanjutku

Hafiz pun memegang tanganku yang berbaring disampingnya.

"Mesra banget, bu. Pegangan tangan segala," celetuk ibu guru perlahan.

Aku tergelak mendengar komentar ibu guru. Hingga kemudian akhirnya Hafiz tertidur dengan masih berpegangan tanganku. ☺.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer