Menggambar
Di suatu lomba mewarnai...
Para peserta cilik sudah siap di tempat masing - masing, lengkap dengan peralatan mewarnai. Di pinggir arena, para orang tua berjajar. Saat lomba di mulai, anak - anak mulai mewarnai. Beberapa orang tua, sibuk memberi 'instruksi', warna apa yang pas buat gambar tertentu. Begitu banyak 'instruksi' yang diberikan hingga akhirnya si anak ngambek dan mogok mewarnai. Orang tua pun kecewa berat. 😕.
Ayah - bunda pernah menyaksikan hal seperti ini? Atau justru pengalaman pribadi? 😊.
Di sekolah, ibu guru biasa menyiapkan kertas dan crayon di hampir setiap kegiatan belajar. Anak - anak boleh menggambar apapun yang mereka inginkan.
Dengan menggambar, anak - anak diajak untuk mengembangkan imajinasinya. Tanpa harus dibatasi oleh gambar tertentu, garis yang tidak boleh dilewati dan ketentuan warna apa untuk benda apa. Menggambar juga melatih kemampuan bahasa anak. Mereka akan bercerita tentang gambar yang dibuat. Juga melatih untuk berani menuangkan ide. Tidak harus terpaku pada ketentuan warna. Seperti daun harus hijau, bunga warna merah dan lainnya. Mereka juga dapat membuat beragam garis. Lengkung, miring, vertikal, horizontal. Banyak kemampuan anak yang dapat dilihat dari kegiatan menggambar.
Berdasarkan pengamatan inilah, maka ibu guru tidak mengajak anak - anak mewarnai tapi menyediakan kertas kosong untuk mereka membuat gambar sendiri.
Bagaimana dengan putra - putri ayah - bunda? Apakah mereka diberi kertas kosong untuk 'melukis' masa depan mereka? Atau sudah 'disiapkan' gambar untuk mereka warnai saja?
Apapun itu, semoga ayah - bunda berikan kesempatan seluas - luasnya pada putra - putri untuk menjadi diri mereka sendiri. Bukan 'photocopy' orang tuanya.
Tetap sehat. Tetap semangat. Agar tetap terus bisa menemani putra - putri belajar melalui bermain.
(Posting : fb)
(Posting : fb)
Komentar