Untuk Ayah Bunda Ketahui

Apakah Ayah - Bunda punya rencana untuk menitipkan putra - putri di sebuah lembaga penitipan dengan alasan tertentu? 

Seperti, agar putra - putri bisa bersosialisasi dengan teman sebaya. Atau karena pengasuh yang biasanya ada di rumah tiba - tiba minta keluar. Atau alasan lainnya? 

Untuk alasan apapun itu, Ayah - Bunda harus pastikan kalau putra - putri ada di tempat yang aman bersama orang yang juga dapat Ayah -Bunda percaya. Karena yang akan di titip kan adalah harta yang paling berharga yang Ayah - Bunda miliki. Lebih berharga daripada intan permata milik Bunda. Atau investasi milyaran rupiah milik Ayah. Karena ini adalah harta yang di berikan Allah sebagai amanah yang harus dijaga sebaik- baiknya. Tak ternilai karena akan menjadi 'tabungan' Ayah - Bunda kelak. Doa anak yang sholeh dan sholehah akan terus mengalir, pun ketika Ayah - Bunda sudah tiada.

Berikut beberapa saran untuk Ayah - Bunda :

1. Pastikan Ayah - Bunda mendapat informasi sebanyak mungkin tentang lembaga penitipan yang ada di sekitar. Jangan hanya percaya pada iklan, brosur tapi coba lah meminta testimony dari saudara, kerabat, sahabat yang pernah menitipkan anak di lembaga tertentu. Biasanya pengalaman pribadi jauh lebih baik daripada iklan atau brosur.

2. Bila sudah menentukan lembaga pilihan, bertanya lah sebanyak mungkin saat Ayah -Bunda melakukan survey. Gak usah khawatir dibilang 'kebanyakan nanya'. Ingat, yang akan Ayah - Bunda titip kan adalah harta yang sangat berharga. Tak ternilai.

3. Bila sudah yakin dengan lembaga pilihan, selanjut nya, tata hati, pikiran dan perasaan Ayah - Bunda untuk menyerahkan sementara pengasuhan dan pembelajaran putra / putri pada orang lain. Karena pasti nya tidak mudah menitipkan putra / putri pada orang yang sama sekali Ayah - Bunda belum kenal. Dan percaya kah, bila ikatan bathin anak dengan orang tua nya sangat lah kuat. Ketika Ayah - Bunda terus kepikiran putra / putri saat dititip kan, maka sepanjang perpisahan itu, anak - anak akan sangat rewel. Menangis. Tidak mau ngapa - ngapain. Justru kasihan lho Ayah - Bunda. Sudah lah berpisah dengan orang tua, di sekolah hanya menangis karena rewel. Gak bisa main dengan teman - teman.

Setelah putra - putri berada di lembaga penitipan / PAUD pilihan Ayah - Bunda, bukan berarti berakhir penyerahan pengasuhan dan pembelajaran putra - putri. Karena Ayah - Bunda tetap lah pemegang kendali atas tumbuh kembang putra - putri. Maka sebaiknya, hal - hal berikut ini Ayah - Bunda perhatikan ketika sudah menitipkan putra - putri di lembaga penitipan anak / PAUD :

1. Usahakan untuk sesering mungkin berkomunikasi dengan ibu guru / pengasuh di lembaga tempat Ayah - Bunda menitipkan putra - putri.

Saat mengantar, di pagi hari, cobalah untuk menyempatkan sejenak berbincang dengan ibu guru / pengasuh tentang kemajuan yang di dapat putra - putri atau kejadian luar biasa yang dialami di rumah.

Hal ini akan membantu ibu guru / pengasuh untuk menyelaraskan kegiatan anak di rumah dengan di sekolah. Begitu juga saat menjemput, berusahalah untuk menanyakan kegiatan seharian putra - putri selama di sekolah. Bila tidak memungkinkan, Ayah - Bunda bisa menggunakan sosmed untuk berkomunikasi dengan ibu guru / pengasuh.

Bila tidak merepotkan, minta sesekali pada ibu guru / pengasuh untuk mengirimkan photo atau video kegiatan putra - putri selama di sekolah. Itu akan lebih mendekatkan Ayah - Bunda kepada putra - putri walau saat itu tidak bersama mereka. Selain itu, Ayah - Bunda juga tetap bisa mengikuti momen - momen penting yang dilakukan anak - anak saat berpisah dengan orang tua.

2. Usahakan untuk mengikuti kegiatan sekolah yang melibatkan orang tua.

Biasanya, dalam rentang waktu tertentu, sekolah mengadakan konsultasi, parenting untuk orang tua. Kegiatan ini dapat Ayah - Bunda gunakan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang tua lainnya dalam membimbing putra - putri mengikuti tumbuh kembangnya. Dalam forum ini biasanya, orang tua diberi kesempatan berdiskusi dengan nara sumber yang berasal dari dunia anak - anak.

3. Usahakan untuk tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan ketika anak berkonflik dengan teman di sekolah.

Ayah - Bunda, berkumpul dengan teman - teman sebaya, pastinya akan banyak terjadi singgungan - singgungan diantara mereka. Bisa berkelahi, memperebutkan sesuatu, terjatuh, terpukul dan lain - lain. Pastinya ibu guru / pengasuh telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga anak - anak tapi bersama anak - anak, kejadian kadang terjadi begitu cepat. Satu menit yang lalu, mereka masih bermain bersama. Tapi semenit kemudian, mereka sudah memperebutkan mainan yang dibuat bersama.

Usahakan untuk tidak menakut - nakuti anak untuk tidak bermain dengan teman yang berkonflik dengannya. Karena sesungguhnya, saat berkonflik itu, anak - anak belajar cara mempertahankan diri, bernegoisasi, dan pastinya mereka jadi tahu bagaimana harus bertindak ketika ada 'bahaya' yang 'mengancam'.

4. Usahakan untuk tidak menuntut hal - hal yang berlebihan pada lembaga tempat Ayah - Bunda menitipkan putra - putri.

Ayah - Bunda, ketika mengeluarkan sejumlah uang untuk mengganti waktu kebersamaan dengan putra - putri, maka Ayah - Bunda berharap lembaga akan memberikan pengasuhan dan pembelajaran sesuai dengan standar yang Ayah - Bunda miliki. Sepertinya itu sulit terjadi.

Karena biasannya lembaga penitipan anak memiliki standar pengasuhan dan pembelajaran yang diperuntukkan untuk semua anak asuh nya. Kecuali pada sekolah inklusi dimana ada anak ABK yang biasa didampingi oleh guru / pengasuh khusus. Maka untuk anak - anak yang normal, maka standar pengasuhan akan diberlakukan sama. Tidak ada anak emas atau anak yang di istimewakan.

Akhirnya dari semua itu Ayah - Bunda, sesugguhnya pengasuhan terbaik untuk anak - anak di usia emas nya adalah ditangan Ayah - Bunda. Khususnya Bunda. Pilihan ada pada Ayah - Bunda ketika harus menitipkan putra - putri di lembaga penitipan / PAUD. Pastinya ini bukan pilihan yang mudah. Tapi Ayah - Bunda, berusahalah semaksimal mungkin untuk menggantikan waktu kebersamaan yang hilang dengan putra - putri selama Ayah - Bunda beraktivitas. Inshaa Allah dengan keinginan yang tulus untuk mendampingi secara maksimal putra - putri dalam tumbuh kembangnya, Allah akan mudahkan Ayah - Bunda.

Tetap sehat. Tetap semangat. Untuk jadi Ayah - Bunda terbaik bagi putra - putri.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer