Takkan Lagi Sama Seperti Sebelumnya

Pemakaman Pondok Rangon, 5 Maret 2014

Masih sangat melekat dalam ingatan lulek.... Wajah - wajah duka masih terlihat seusai pemakaman bapak Achmad Sjahid. Di sisi makam, mbak Nana terlihat duduk bersimpuh.. Tak ada air mata.. Tapi wajah mbak Nana jelas menggambarkan duka yang mendalam. Di sisi yang bersebrangan, adek Hana pun duduk bersimpuh disamping ibu. Juga tak ada air mata. 

Tapi sedih itu jelas tergambar. Perlahan lulek menghampiri mbak Nana.. 
Dipelukan Lulek, mbak berkata lirih, "Bapak sendirian, bulek. Mbak mo nemenim  bapak. Mbak sayang banget sama bapak."... 

Ah, tanpa harus dikatakan, bulek sangat tahu, mbak.. Kata - kata penghiburan apapun, pastinya tak akan memupuskan kesedihan ini seketika. Tapi lulek merasa harus tetap memberikan kata - kata yang menghibur. "Insya Allah bapak tidak sendirian, mbak. Bapak sudah ditemani amal baiknya," hibur lulek.

Keesokan harinya, sedih itu masih terlihat namun dengan ekspresi yang berbeda. Mbak meminta pada ibu untuk tidak mencuci handuk terakhir yang dipakai bapak. Alasannya bikin lulek ingin menangis. "Masih ada bau bapak yang tertinggal". S

edangkan adek membongkar koleksi dasi milik bapak. Mencoba satu persatu. Memakainya walau pastinya gak matching dengan baju yang dikenakan. Tapi adek gak peduli soal matching atau tidak. Meminta pada ibu untuk tidak membuang karangan bunga duka cita yang berjajar di halaman. Mengambil setiap bunga disana dan menancapkannya di setiap pot yang ada di halaman.

Dari jendela ruang tamu, lulek perhatikan tingkah laku adek, dan perlahan air mata lulek menetes satu persatu. Dua ekspresi sedih kalian yang berbeda. Namun memiliki satu makna yang sama. Makna kehilangan dan kerinduan pada bapak.

Diwaktu lainnya.. Ditengah keheranan kalian karena Lulek tahu tentang EXO, mbak berkata, "Lul, bapak, tuh baik, ya."

"Insya Allah bapak orang baik. Dan kalian harus menjaga nama baik bapak. Karena kalian menyandang nama 'Sjahid' dibelakang nama kalian", kata lulek.

Dan dengan kompaknya kalian menjawab, "Siap, Lul."...

Dan kita tersenyum bersama... Kalian anak - anak yang dipilih Allah untuk jadi lebih kuat, jadi lebih tegar, jadi lebih baik tanpa bapak lagi.. Dan Insha Allah, Allah akan jaga setiap langkah kalian..

4 bulan kemudian.....

Rumah akung sudah hampir 2 bulan ini berantakan. Ibu memutuskan membawa kalian pulang ke Jogja. Dan 2 kamar mungil disiapkan atas permintaan kalian. Kamar ungu untuk Cici.. Kamar biru untuk Hanhan...

Semoga saat kalian datang, kamar ini sudah dapat kalian tempati. Titi dan Akung pastinya sudah tak sabar menunggu kedatangan kalian. Padahal setiap hari nantinya akan melihat 'perang saudara'.. seperti dulu ketika ibu dan lulek seusia kalian.. 😀 ..

Selamat datang di Jogja, keponakanku.. Pastinya akan sangat berbeda semuanya.. Tak akan pernah sama seperti sebelumnya.. Tapi In sha Allah akan jauh lebih baik. Amin..

Bawalah tawa dan canda kalian.. Bawa terus mimpi kalian untuk jadi yang terbaik.. Melekatkan erat nasehat bapak pada kalian selama ini.. Tumbuhlah dewasa menjadi pribadi yang sholehah...yang doa kalian akan menemani bapak di alam sana..

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer