Saat Harus Berpisah

Ada anak baru di sekolah hari ini. Asykar namanya. 2 tahun usianya.

Sebenarnya, kemarin Asykar sudah mulai bersekolah. Namun masih ditunggui sang bunda. Dan jam 10 dia sudah minta pulang ke rumah.

Hari ini, untuk pertama kalinya, Asykar dititipkan secara penuh pada ibu guru di sekolah. Tanpa ditunggui lagi oleh sang bunda. Walau hanya beberapa jam saja, tapi bukan hal mudah bagi sang bunda dan Asykar sendiri untuk berpisah.

Selama ini Asykar dititipkan pada Eyangnya, saat kedua orang tuanya bekerja. Bila sekarang Asykar dititipkan di sekolah, karena orang tuanya menginginkan Asykar belajar bersosialisasi dan bertemu dengan orang - orang baru selain keluarganya sendiri.

Pagi ini, sang bunda sudah berniat untuk melepas Asykar secara penuh dibawah pengawasan ibu guru, tanpa mendampingi di sekolah. Cukup dengan mengantar jemput. Tidak ditunggui seperti kemarin.

"Bu Yayuk, Asykar sudah bisa saya tinggal?" tanya beliau kepadaku.

"Ibu sudah siap melepas Asykar?" aku balik bertanya. Pertanyaan standar yang biasa diberikan ibu guru pada orang tua yang baru menitipkan anaknya disekolah.

"Sudah!" jawabnya mantap.

Aku pun menunggu Asykar dilepaskan dari gendongan sang Bunda. Butuh beberapa lama sebelum akhirnya Asykar berpindah dalam gendonganku. Reaksi normal yang terlihat adalah Asykar menangis dan meronta - ronta dalam gendonganku. Tangannya menggapai - gapai sang bunda. Untuk kembali dalam pelukkannya. Tapi sang bunda berteguh hati untuk tidak meraih kembali anaknya. Namun tidak pada matanya. Aku melihat air mata yang tertahan di sudut mata agar tidak jatuh.

Tidak mudah melepaskan sang buah hati untuk dititipkan pada orang lain. Orang baru. Butuh kesiapan hati. Dan ibu guru sangat mengerti hal itu.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer