'Bayi' Baru
Setelah hampir 1 tahun tanpa kehadiran 'bayi' di sekolah, maka
sejak akhir September hingga Awal Nopember nanti, hampir setiap
minggunya, sekolah akan menerima kehadiran 'bayi - bayi' baru. 'Bayi'
adalah sebutan ibu guru untuk anak - anak yang berusia 2 tahun-an, usia
minimal yang bisa diterima di sekolah.
Mengapa di sebut 'bayi'?
Karena berbeda dengan kakak - kakaknya yang sudah lebih besar, untuk anak - anak dengan usia 2 tahun-an, ibu guru harus lebih ekstra perhatiannya. Bila bermain bersama, mereka belum bisa bilang, sehingga ada saja mainan temannya yang direbut.
Ibu guru harus sering - sering mengingatkan mereka untuk belajar bilang, "Boleh main gak?" bila mereka ingin main bersama dengan teman lainnya. Dan untuk kakak - kakaknya, ibu guru juga harus sering memohonkan permakluman, "Maaf, ya. Adeknya masih kecil. Belum bisa bilang kalau mau main. Jadi masih merebut mainan."
Mengapa di sebut 'bayi'?
Karena berbeda dengan kakak - kakaknya yang sudah lebih besar, untuk anak - anak dengan usia 2 tahun-an, ibu guru harus lebih ekstra perhatiannya. Bila bermain bersama, mereka belum bisa bilang, sehingga ada saja mainan temannya yang direbut.
Ibu guru harus sering - sering mengingatkan mereka untuk belajar bilang, "Boleh main gak?" bila mereka ingin main bersama dengan teman lainnya. Dan untuk kakak - kakaknya, ibu guru juga harus sering memohonkan permakluman, "Maaf, ya. Adeknya masih kecil. Belum bisa bilang kalau mau main. Jadi masih merebut mainan."
Selain
itu, karena masih kecil dan belum mengenal teman lainnya, mereka lebih
banyak mengikuti kemana saja ibu guru melangkah. Ada yang selalu
menggandeng tangan atau memegang baju ibu guru dan tak mau
melepaskannya. Mengikuti kemana saja ibu guru melangkah. Sepintas
terlihat seperti sedang bermain kereta - keretaan....😀...
Ada juga yang tidak mau turun dari gendongan, sehingga sering berpindah gendongan dari satu ibu guru ke ibu guru lainnya. Tapi ada juga yang begitu senangnya, di hari pertama sekolah sudah berlari ke sana ke mari. Terlihat antusias sekali saat berada di sekolah dan di antara teman - teman barunya.
Bahkan ketika saatnya harus tidur, tetap saja asyik hilir mudik diantara teman - temannya yang sudah terlelap. Mengiringinya seharian, ibu guru sudah berasa berolah raga keliling lapangan.... 😁 .....
Tak jarang juga, karena asing dengan lingkungan baru, mereka tak mau melepaskan sepatu, jaket dan tas yang dibawanya. Sehingga kesana kemari dengan pakaian lengkap dan bawaan yang merepotkan. Selama membuat si anak nyaman, maka ibu guru akan membiarkan saja sampai mereka mau untuk melepaskan itu semua.
Memiliki 'bayi' baru, berarti ibu guru harus menyiapkan tenaga ekstra super. Karena menjaga 'bayi' pastinya membutuhkan perhatian yang ekstra juga.
Namun. dibalik semua kehebohan itu, ada yang membuat ibu guru senang dengan kehadiran 'bayi' baru ini. Karena masih belum lancar bicara, kata - kata yang keluar dari mulut mungilnya bisa jadi tebak - tebak buah manggis yang bikin ibu guru meringis karena sering gak persis seperti yang mereka mau.
Bila sudah begini, 8 jam sehari bersama anak - anak di sekolah, terasa begitu singkat. Semua kelelahan, sepertinya terangkat tak berbekas. Alhamdulillah, ya....😊.....
(Posting : fb)
Ada juga yang tidak mau turun dari gendongan, sehingga sering berpindah gendongan dari satu ibu guru ke ibu guru lainnya. Tapi ada juga yang begitu senangnya, di hari pertama sekolah sudah berlari ke sana ke mari. Terlihat antusias sekali saat berada di sekolah dan di antara teman - teman barunya.
Bahkan ketika saatnya harus tidur, tetap saja asyik hilir mudik diantara teman - temannya yang sudah terlelap. Mengiringinya seharian, ibu guru sudah berasa berolah raga keliling lapangan.... 😁 .....
Tak jarang juga, karena asing dengan lingkungan baru, mereka tak mau melepaskan sepatu, jaket dan tas yang dibawanya. Sehingga kesana kemari dengan pakaian lengkap dan bawaan yang merepotkan. Selama membuat si anak nyaman, maka ibu guru akan membiarkan saja sampai mereka mau untuk melepaskan itu semua.
Memiliki 'bayi' baru, berarti ibu guru harus menyiapkan tenaga ekstra super. Karena menjaga 'bayi' pastinya membutuhkan perhatian yang ekstra juga.
Namun. dibalik semua kehebohan itu, ada yang membuat ibu guru senang dengan kehadiran 'bayi' baru ini. Karena masih belum lancar bicara, kata - kata yang keluar dari mulut mungilnya bisa jadi tebak - tebak buah manggis yang bikin ibu guru meringis karena sering gak persis seperti yang mereka mau.
Bila sudah begini, 8 jam sehari bersama anak - anak di sekolah, terasa begitu singkat. Semua kelelahan, sepertinya terangkat tak berbekas. Alhamdulillah, ya....😊.....
(Posting : fb)
Komentar