Ketika Harus Berpisah
Tak pernah terbayangkan bila aku akan meneteskan air mata saat berpisah dengan anak - anak. Seperti yang terjadi sore ini.
Hari ini, sekolah mengadakan acara 'Orientasi Wali Murid'. Sebuah acara tutup tahun bagi anak - anak. Saat seperti inilah, sekolah memberikan 'laporan pertanggungjawaban' atas kegiatan belajar yang sudah di dapatkan anak - anak selama 1 tahun ajaran. Hari ini, masing - masing orang tua murid menerima hasil evaluasi kegiatan belajar, juga satu jilid karya hasil belajar anak - anak dan satu VCD yang berisi kegiatan selama satu tahun di sekolah.
Selain itu, untuk anak - anak yang akan masuk ke TK, sekolah memberikan kenang - kenangan berupa tas sekolah yang bertuliskan nama mereka sendiri. Tas ini memang di buat khusus untuk mereka, sehingga benar - benar eksklusif.
Sementara acara berlangsung, anak - anak tetap berada di dalam sekolah. Karena acara orientasi ini juga digunakan sebagai ajang bertukar pikiran antara sekolah dan wali murid, sehingga ada masukan - masukan untuk kegiatan sekolah yang lebih baik.
Kurang lebih satu jam acara berlangsung, pintu sekolah pun dibuka agar anak - anak bisa menemui orang tua masing - masing. Dan saat itulah keharuan itu tiba - tiba menyeruak. Orang tua murid bergantian menyalami ibu guru. Mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan ibu guru dan minta maaf bila ada yang tidak berkenan pada anaknya. Begitu juga ibu guru, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan wali murid menitipkan anaknya di sekolah dan mohon maaf bila dalam pengawasan ibu guru, ada yang kurang dan tidak pas.
Dan begitu juga dengan anak - anak yang akan segera masuk TK. Satu persatu menyalami ibu guru. Berpamitan. Tanpa terasa ada air bening yang menetes di ujung mata. Keharuan yang datang begitu saja. Bersama mereka setiap hari, telah membuat ibu guru sangat hafal pada kebiasaan mereka satu persatu. Menganggap mereka sebagai bagian dari kehidupan sendiri. Seperti anak sendiri. Saat akhirnya mereka selesai belajar di TPA dan harus berpisah, rasanya tidak bisa membohongi diri sendiri, betapa begitu berat melepaskannya. Dan air mata pun mengalir begitu saja. Tanpa bisa dibendung lagi.
Komentar