Cerita Lama

Cinta, semalam aku chatting dengan seorang teman. Ngobrol kesana kemari, hingga iseng dia bertanya tentang si mantan. Pertanyaan yang menurutnya gak penting, sih. Tapi bukan menjawab pertanyaan gak penting itu, yang penting. Justru ketika aku harus mencari - cari dulu jawaban atas pertanyaan itu, yang menjadi penting.


Kau tahu, Cin.. 3 tahun berlalu di Maret kemarin. Tanpa aku sadari, ternyata telah banyak cerita baru yang kurangkai, kujalin, kususun hingga sedikit demi sedikit menumpuk cerita tentangnya. Tentang 10 tahun yang berakhir dengan perpisahan. Ada cerita yang sengaja kubuat. Tapi banyak yang terjalin tanpa kusadari. Semuanya mengalir begitu saja. Hingga akhirnya menjadi tumpukan tebal cerita kehidupanku.


Ibarat tumpukan buku yang tersusun rapi di rak, begitu juga dengan cerita kehidupanku. Aku menyusun sedikit demi sedikit cerita. Hingga sampai ketika temanku me-rewind tentangnya, aku harus membongkar tumpukan cerita itu untuk menemukan cerita tentangnya. Dan seperti buku yang tak pernah dibuka dan dibaca, maka debu pastinya akan tebal menutupi. Padahal aku alergi debu. Karena akan memicu kambuhnya asmaku. Hal ini yang membuatku malas membuka buku lama yang berdebu.


Begitulah perumpamaan yang kuungkap untuk membuka kisah tentangnya. Perlu waktu untuk mengingat - ingat tentang apa yang dulu menjadi penyebab perpisahanku. Tentang prahara yang terjadi dalam rumah tanggaku. Tentang Minggu kelabu di awal Pebruari 3 tahun lalu. Aku harus mengingat - ingat lagi apa yang sesungguhnya terjadi. Dan Cinta, pada beberapa bagian, aku malah sudah melupakan detail kejadiannya.


Bagiku, ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Mampu memupus kenangan dan cerita tentangnya, walau tidak secara permanen, menjadi kebahagiaan tersendiri. Yang terjadi semalam, sepertinya menjadi jawaban atas doa yang selama ini kupinta padaNya. Dan pada akhirnya memang waktu yang mampu memupuskan semua kenangan, melupakan segala sakit hati dan menjadi ikhlas menjalani suratan takdirNya.


Cintaku, aku berterima kasih dan bersyukur pada Allah untuk pencapaian selama 3 tahun ini. Dia berikan 3 tahun yang luar biasa untukku. 3 tahun yang mengajariku banyak hal. 3 tahun yang benar - benar menguji keikhlasanku menjalani konsekuensi dari sebuah keputusan. Dan yang pasti untuk 3 tahun kehidupan sendiriku yang sejatinya tak pernah kujalani sendiri. Karena ada banyak orang luar biasa di sekelilingku.

Komentar

Postingan Populer