Tak Boleh Sama
Bukan Rendy (4 tahun) kalau tidak memberikan hal 'aneh bin ajaib' setiap hari. Seperti yang terjadi hari ini.
Tema bulan ini adalah pekerjaan. Sub tema untuk minggu ini cerita tentang profesi dokter. Ditengah - tengah menjelaskan tentang dokter, ibu guru bertanya pada anak - anak tentang cita - cita mereka. Dan dengan semangat mereka menyebutkan cita - cita masing - masing. Rendy mendapat giliran pertama untuk menyebutkan cita - citanya. Dengan yakin di menjadikan polisi sebagai keinginannya saat besar nanti. Beberapa temannya ternyata juga memiliki cita - cita yang sama. Ingin menjadi polisi.
Dan tiba - tiba, Rendy pun marah - marah dan menangis. Dia tidak mau bila cita - citanya menjadi polisi, disamai oleh teman lainnya. Rasanya ingin tertawa geli. Tapi harus ditahankan. Perlahan, ibu guru pun mencoba menjelaskan dengan bahasa yang paling sederhana, yang bisa di pahaminya. Bahwa untuk menjadi polisi tidak bisa sendirian. Karena tidak bisa menangkap penjahat sendirian. Itu sebabnya polisi juga butuh banyak teman untuk membantunya. Dan temannya itu tentu saja polisi juga. Semakin banyak teman polisinya, semakin mudah menangkap penjahatnya.
Ternyata penjelasan panjang ibu guru tetap belum bisa menenangkan hati Ren. Dia masih belum bisa menerima cita - citanya dimiliki juga oleh anak lain. Ibu guru yang lain kemudian mengusulkan agar Rendy mengganti saja cita - citanya. Cita - cita yang belum diminati teman lainnya. Rendy menerima usul ini. Dia pun mengganti cita - citanya dari polisi menjadi nakhkoda.
Kelas menjadi tenang kembali. Dan ibu guru pun melanjutkan cerita tentang profesi dokter yang sempat tertunda. Ada - ada saja....
Tema bulan ini adalah pekerjaan. Sub tema untuk minggu ini cerita tentang profesi dokter. Ditengah - tengah menjelaskan tentang dokter, ibu guru bertanya pada anak - anak tentang cita - cita mereka. Dan dengan semangat mereka menyebutkan cita - cita masing - masing. Rendy mendapat giliran pertama untuk menyebutkan cita - citanya. Dengan yakin di menjadikan polisi sebagai keinginannya saat besar nanti. Beberapa temannya ternyata juga memiliki cita - cita yang sama. Ingin menjadi polisi.
Dan tiba - tiba, Rendy pun marah - marah dan menangis. Dia tidak mau bila cita - citanya menjadi polisi, disamai oleh teman lainnya. Rasanya ingin tertawa geli. Tapi harus ditahankan. Perlahan, ibu guru pun mencoba menjelaskan dengan bahasa yang paling sederhana, yang bisa di pahaminya. Bahwa untuk menjadi polisi tidak bisa sendirian. Karena tidak bisa menangkap penjahat sendirian. Itu sebabnya polisi juga butuh banyak teman untuk membantunya. Dan temannya itu tentu saja polisi juga. Semakin banyak teman polisinya, semakin mudah menangkap penjahatnya.
Ternyata penjelasan panjang ibu guru tetap belum bisa menenangkan hati Ren. Dia masih belum bisa menerima cita - citanya dimiliki juga oleh anak lain. Ibu guru yang lain kemudian mengusulkan agar Rendy mengganti saja cita - citanya. Cita - cita yang belum diminati teman lainnya. Rendy menerima usul ini. Dia pun mengganti cita - citanya dari polisi menjadi nakhkoda.
Kelas menjadi tenang kembali. Dan ibu guru pun melanjutkan cerita tentang profesi dokter yang sempat tertunda. Ada - ada saja....
Komentar