Karena Kalian Unik
Bersama anak - anak setiap hari, melihat mereka tumbuh dan berkembang,
belajar banyak hal dan bertambah pintar, menjadi kebahagiaan tak
terkatakan bagi ibu guru.
Dari yang mulai sekolah dengan bicara yang
cedal atau bahkan belum pandai bicara. Seiring waktu berlalu, menjadi
pandai bicara bahkan pandai pula memberikan pujian untuk ibu guru. Dari
yang mulai sekolah sebagai anak mama
yang harus diladeni segalanya hingga kemudian menjadi anak yang mandiri,
bahkan begitu ringan tangan membantu temannya.
Itu membuat hari - hari
ibu guru di sekolah menjadi penuh warna dan penuh dengan kejutan -
kejutan. Tak terduga. Yang bisa memberikan tawa lebar, senyum simpul,
menguji kesabaran dan melatih untuk tetap tenang menghadapi segala
tingkah polah anak - anak.
Salah satu yang sering membuat warna berbeda itu adalah Mug (3 tahun). Setahun lebih Mug bersekolah. Dari yang pertama kali datang hanya bisa bicara 'ng..ng...ng..' hingga sekarang sudah pandai sekali bicaranya.
Salah satu yang sering membuat warna berbeda itu adalah Mug (3 tahun). Setahun lebih Mug bersekolah. Dari yang pertama kali datang hanya bisa bicara 'ng..ng...ng..' hingga sekarang sudah pandai sekali bicaranya.
Dia pandai memuji ibu guru. Saat melihat ibu guru memakai
baju baru, dia datang dengan pujian, "Baju Ibu keren, deh." Atau dilain
waktu ketika ibu guru menggunakan kerudung yang berbeda, dia bilang,
"Kerudung ibu, bagus!" Pujian yang membuat ibu guru jadi tersipu - sipu.
Mug juga menjadi tempat ibu guru melatih kesabaran. Ketika ketahuan bermain air seusai mencuci piring, maka dengan wajah 'galak'nya dia berkata, "Ibu, aku tuh nyuci piring. Bukan main air!" Atau ketika bermain di kasur maka dengan 'marah' dia mendekati ibu guru dan berkata, "Ibu, aku gak main di kasur! Aku cuma loncat - loncat."
Dan satu hal lagi yang berbeda pada Mug, dia tidak pernah memanggil ibu guru dengan nama lengkap. Menurut Mug, yang ada di sekolah adalah Ibu Ini, Ibu Itu dan Ibu Guru. Beruntung hanya ada 3 orang ibu guru di sekolah. Karena bila ditambah satu lagi, mungkin dia akan memanggil Ibu Inu...
Mug juga menjadi tempat ibu guru melatih kesabaran. Ketika ketahuan bermain air seusai mencuci piring, maka dengan wajah 'galak'nya dia berkata, "Ibu, aku tuh nyuci piring. Bukan main air!" Atau ketika bermain di kasur maka dengan 'marah' dia mendekati ibu guru dan berkata, "Ibu, aku gak main di kasur! Aku cuma loncat - loncat."
Dan satu hal lagi yang berbeda pada Mug, dia tidak pernah memanggil ibu guru dengan nama lengkap. Menurut Mug, yang ada di sekolah adalah Ibu Ini, Ibu Itu dan Ibu Guru. Beruntung hanya ada 3 orang ibu guru di sekolah. Karena bila ditambah satu lagi, mungkin dia akan memanggil Ibu Inu...
(Posting : fb)
Komentar