Oh Upin, Oh Ipin

Sebagai salah satu tayangan yang populer di salah satu televisi swasta, Upin - Ipin telah menggeser kedudukan Thomas si kereta api sebagai tontonan 'wajib' anak - anak di sekolah. Segala hal tentang Upin - Ipin, selalu saja menjadi perhatian anak - anak. Tidak saja ceritanya, namun segala pernak - pernik yang berhubungan dengan si Upin - Ipin. 

Setiap kali ada yang dengan memakai pernak - pernik kedua tokoh populer ini, selalu 'disambut' oleh anak - anak lainnya. Semua ingin tahu gambarnya. Menebak nama - nama yang ada di pernak - pernik itu.

Mulai tas sekolah. Beberapa anak memiliki tas dengan gambar ke dua tokoh ini. Begitu juga dengan topi dan sandal. Tak ketinggalan tempat bekal makanan mereka. Namun yang paling banyak adalah kaos atau baju bergambar Upin - Ipin dan teman - temannya. 

Tak jarang satu anak memiliki beberapa baju bergambar Upin - Ipin. Dan yang membuat ibu guru harus hati - hati, bila ada baju yang sama dengan milik temannya. Agar tak tertukar saat memasukan baju ke tas anak - anak, ibu guru harus 'berkoordinasi'. Saling mengingatkan bahwa hari ini, si A memakai baju Upin - Ipin yang sama dengan si B. Jadi, harus dipastikan bahwa baju yang dimasukan ke tas masing - masing sudah benar. Tidak tertukar.

Tapi rupanya, bukan hanya pernak - pernik dan tayangannya saja yang disenangi anak - anak. Karena begitu seringnya cerita film ini diputar, berulang - ulang, anak - anak jadi hafal beberapa dialog yang populer di tayangan Upin - Ipin. 

Dan entah siapa yang memulai, hari ini panggilan untuk ibu guru pun berubah meniru panggilan di film. Menjadi 'Cik Gu!' Ah, kalian ada - ada saja. 

"Selamat pagi, Cik Gu!"

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer